Beberapa kali Admin mendapatkan pertanyaan melalui email, whatsapp maupun sms yg meminta opini atas kondisi skoliosis yg sedang dialami oleh Penanya. Mohon dengan sangat dipahami bahwa Admin bukanlah seorang dokter, dan oki Admin tidak berkompeten untuk memberikan jawaban. Misalnya mengenai berapa derajad kelengkungan skoliosis berdasarkan foto rontgent yg dikirim ke Admin. Bapak/ ibu harus berkonsultasi ke dokter tulang belakang untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Admin hanya ingin berbagi pengalaman tentang operasi Skoliosis, bukan untuk memberikan opini atau pendapat medis. Terima kasih, semoga bermanfaat dan TETAP SEMANGAT!

Monday, July 30, 2012

Pengobatan Skoliosis - 3

Meskipun tidak harus dilakukan, scoliosis yang parah sebaiknya dioperasi, demikian menurut Dr Luthfi Gatam. Dr Michael Cornish juga menegaskan bahwa operasi merupakan usaha terakhir. "Perawatan-perawatan lain harus dicoba terlebih dulu. Jika kondisinya terus memburuk hingga tahap sangat serius (membahayakan jiwa penderita), maka perlu dipertimbangkan untuk dioperasi," tutur Dr Michael.
Dokter Luthfi Gatam mengatakan, jika baru pada tahap 20 derajat (disebut Cobb angle), hanya akan dilakukan observasi saja. Tahap 20 sampai 40 derajat dianjurkan mengenakan brace, Sedangkan lebih dari 40 derajat perlu dilakukan operasi. Namun, operasi tulang punggung kemungkinan besar menimbulkan rasa takut pada pasien semua usia. Apalagi bila dikatakan bahwa penyembuhannya perlu 5-7 hari, sedangkan redanya rasa sakit pasca operasi membutuhkan waktu lebih lama lagi; kemudian adanya bekas operasi berupa bekas luka yang memanjang.

Dr Luthfi sudah sering mengoperasi pasien scoliosis. Salah satunya Sandra (18 tahun) dengan tahap keparahan 135 derajat. "Dulu ia selalu murung dan menghindari bertemu banyak orang. Terutama di sekolah, Sandra sungguh menderita tekanan batin. Setelah operasi sukses, kini Sandra menjadi gadis yang lincah, ceria, dan energik. dengan tinggi 180 cm, ia sangat percaya diri dan mulai aktif kuliah," kata Dr Luthfi Gatam.

Penanganan Lain
Menurut penelitian para ahli sejauh ini, selain penanganan medis, penanganan lain seperti stimulasi elektrik, manipulasi chiropractic, dan terapi fisik cukup efektif. Prita tetap menjalani terapi chiropractic dan latihan tertentu yang diberikan oleh chiropractor-nya, meski keadaannya telah membaik. “Agar scoliosis saya tidak bertambah parah," ujarnya. Sedangkan Astrid merasakan kemajuan yang sangat nyata setelah mengikuti paket perawatan sejak dini tahun yang lalu di klinik "Chiropractic di Indonesia”. Ade Rose mengikuti latihan yoga. "Setiap hari saya melakukan yoga, ibarat minum obat," kata ibu satu anak ini. Dengan dipandu Ann Baros, gerakan-gerakan Yoga yang dilakukan Ade semakin tepat. "Kini kondisi saya sudah stabil, normal.” Olah tubuh dengan gerakan tertentu yang sesuai kemampuan fisik, bisa membuat kondisi tubuh penderita lebih nyaman.

Berikut ini beberapa penanganan scoliosis yang melibatkan olah tubuh.

Chiropractic

Seorang chiropractor percaya bahwa tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Penanganan yang dilakukan chiropractor bersifat memberdayakan tubuh agar kembali memiliki mekanisme dan sistem tubuh yang baik. Demikian pendapat Dr Tinah Tan.

Gerakan yoga untuk pasien scoliosis ditujukan untuk mengoreksi dengan cara menarik dan mengarahkan tulang belakang secara tepat, ke depan, samping kiri, dan samping kanan. Demikian menurut Ann Barros, guru yoga asal Santa Cruz, Amerika Serikat, yang sejak kecil menderita scoliosis bawaan. Lebih dari 30 tahun ia mengajar yoga Iyengar. Gerakan ditujukan untuk menarik dan mengembalikan tulang belakang pada posisinya yang alami. "Bukan lurus melainkan ada lengkungannya,” ujarnya.

Ada enam prinsip dalam pilates yang efektif membantu penderita scoliosis, yaitu concentration, control, centering, precision, flow of movement, dan correct breathing technique. Demikian tutur Nancy Wuisan dari Pilates Bodymotion, Bimasena Club, The Dharmawangsa Jakarta.

Menghadapi pasien scoliosis, chiropractor akan melakukan pemeriksaan dengan mempelajari postur tubuh pasien (examine posture), mengamati pergerakan tubuh (motion palpation), dan memeriksa ototnya (static palpation). Pasien diminta membuat foto X-ray untuk memastikan kondisi kurva tulang belakangnya. Jika ditemukan adanya masalah, akan dilakukan koreksi (adjustment) dan terapi, atau perawatan (treatment). Pasien juga diminta melakukan latihan tertentu (exercise) dan olahraga yang disarankan.

Olahraga yang disarankan untuk pasien scoliosis antara lain berenang gaya bebas, jogging, yoga, pilates, taichi. "Yang penting teknik dari olah tubuh yang dilakukan harus benar,” ujar Dr Tinah Tan.

Yoga

Jadi, dalam menentukan terapi pasien scoliosis Ann Barros tidak bisa menerapkan sembarang gerakan yoga, tetapi harus mengobservasi pasien terlebih dulu dengan melihat hasil X-ray untuk mengetahui derajat keparahannya. "Ada kalanya saya harus membahasnya dengan seorang ahli tulang belakang,” tutur Ann yang awal Agustus lalu datang ke Jakarta atas undangan Jakarta Do Yoga.

Dalam memandu gerakan pun Ann tidak memaksa, karena semua gerakan merupakan bagian dari observasi. Dari keterbatasan gerak yang dilakukan pasien, sedikit demi sedikit Ann bisa menentukan ketepatan gerak serta alat bantu terapi bagi pasien.

Menurut Elise B. Miller, ahli yoga, dalam tulisannya di situs Yoga for teens with Scoliosis, latihan gerakan yoga (asana) ditujukan untuk memperbaiki postur dan meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, dengan cara menarik dan memperkuat otot-otot yang menunjang tulang belakang. Posisi Adho Mukha Svanasana dan Urdhva Mukha Svanasana baik untuk membentuk dan memperbaiki lengkungan dan rotasi tulang belakang. Sedangkan Bharadvajasana untuk memperkuat kaki sebagai penyangga tulang belakang.

Pilates

Concentration artinya setiap gerakan dan hitungan dalam pilates harus dilakukan dengan penuh konsentrasi. Control artinva setiap gerakan harus terkontrol oleh pikiran, jadi bukan pikiran yang dikontrol oleh tubuh. Centering artinya perhatian harus terpusat pada tujuan berlatih pilates, misalnya tujuannya untuk meringankan scoliosis. Precision, setiap gerakan harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat, misalnya kalau harus mengangkat kaki setinggi 90 derajat ya harus tepat 90 derajat. Flow of movement berarti gerakan yang dilakukan harus urut dan berkesinambungan, menggunakan napas yang benar yaitu pernapasan perut. Pernapasan perut dapat mendorong tulang belakang bersama otot-ototnva kembali berfungsi secara seimbang.

"Gabungan dari enam prinsip dasar tersebutlah tulang akan membantu mengoreksi scoliosis," tutur Nancy. Postur tubuh dan pernapasan yang benar, otot yang elastis, akan membuat organ tubuh termasuk tulang belakang kembali berfungsi dengan baik. "Pilates dengan bantuan alat-alat berusaha menyeimbangkan otot-otot, melenturkan otot yang meregang, dan membuat persendian menjadi lebih sehat. Latihan diberikan setahap demi setahap sesuai kemampuan pasien, karena tidak semua gerakan cocok untuk semua pasien scoliosis. Dari gerakan-gerakan awal, bisa diketahui tingkat keparahan pasien. Dengan demikian dirancanglah sebuah program untuk mengatasi masalah yang dideritanya.

Meskipun kini banyak beredar buku dan VCD tentang pilates, namun Nancy Wuisan tidak menganjurkan penderita belajar sendiri. "Setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda. Pilates yang dicontohkm dalam buku dan VCD sifatnya umum. Untuk menghindari cedera atau semakin parahnya scoliosis, sebaiknya latihan dilakukan di bawah pengawasan ahlinya,” tutur Nancy.

Sumber: Majalah Nirmala

9 comments:

  1. http://www.yogaforscoliosis.com/WhyYogaForScoliosis.htm

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Jgn pantang menyerah Icha, 1001 macam penyakit pasti ada obatnya, kecuali itu adalah kematian. Nah aku ada informasi ada pengobatan alternatif skoliosis tanpa operasi di terapiscoliosis.com oleh Pak Iskandar Ali.

    ReplyDelete
  4. Itu dimna pengobatan utk skoliosisnya yakk.. Infonya donk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. dr Luthfi ada di Jakarta, bisa ke RS Mitra Kemayoran atau RS Bintaro

      Delete
  5. Admin.. Adek saya berumur 15 tahun. Dia kena skoliosis.. Daerah pekanbaru dimana Ada tmpat pengbotan yg tepat min..

    ReplyDelete
  6. Admin.. Adek saya berumur 15 tahun. Dia kena skoliosis.. Daerah pekanbaru dimana Ada tmpat pengbotan yg tepat min..

    ReplyDelete
  7. Admin.. Adek saya berumur 15 tahun. Dia kena skoliosis.. Daerah pekanbaru dimana Ada tmpat pengbotan yg tepat min..

    ReplyDelete