Beberapa kali Admin mendapatkan pertanyaan melalui email, whatsapp maupun sms yg meminta opini atas kondisi skoliosis yg sedang dialami oleh Penanya. Mohon dengan sangat dipahami bahwa Admin bukanlah seorang dokter, dan oki Admin tidak berkompeten untuk memberikan jawaban. Misalnya mengenai berapa derajad kelengkungan skoliosis berdasarkan foto rontgent yg dikirim ke Admin. Bapak/ ibu harus berkonsultasi ke dokter tulang belakang untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Admin hanya ingin berbagi pengalaman tentang operasi Skoliosis, bukan untuk memberikan opini atau pendapat medis. Terima kasih, semoga bermanfaat dan TETAP SEMANGAT!

Thursday, July 26, 2012

The Beginning

Siapa sangka ternyata aku penderita skoliosis. Dan sudah parah pula kemiringan tulangnya (lebih 50 derajad).  Selama ini aku merasa baik2 saja tanpa pernah ada keluhan. Bahkan orang di rumahpun tidak ada yg mencium tanda2 keanehan skoliosis-ku. Di tahun 2009 aku malah sempat ikutan miss kidzania (lomba semacam Miss Indonesia untuk anak SD) dan masuk semifinalis 24 besar. Benar2 di luar perkiraan.

Tanda2 keanehan di tulang belakang tersebut mulai tercium saat Juni tahun lalu kami mau pindahan ke Jogjakarta. Bapakku yang sudah di sana duluan 'mencurigai' bahwa ada suatu keanehan di badanku saat melihat foto2 terakhir di Bekasi. Keesokan harinya bapak langsung minta mama bawa aku ke dokter di RS Mitra Bekasi. Dan benar saja, dokter langsung bilang:  kamu menderita skoliosis. (Penyakit apa ini?). Mama kaget dan stress. Apalagi saat mendengar vonis dokter : aku harus dioperasi karena sudah tidak mungkin tulangnya diperbaiki dengan tindakan2 non operatif. Bapak juga, langsung panik tidak karuan saat dikasih tahu mama.

Aku langsung dibawa ke RS Mitra Kemayoran, bertemu dengan dr. Luthfi Gatham. Dokternya baik dan ramah. Setelah diperiksa, pak dokter juga menyatakan harus dilakukan operasi. Mama dan bapak makin stress. Apalagi saat mendengar biaya operasi skoliosis yang ternyata tidak sedikit, kata dokter tidak kurang dari Rp. 150 juta dan bisa lebih tergantung di mana Rumah sakitnya. Ya Allah dunia semakin gelap saja rasanya. Sejak hari itu mama dan bapak haus mencari informasi tempat pengobatan di sana-sini demi kesembuhanku agar tidak di- operasi.

4 Juli 2011, aku pindah sekolah di SMP 8 di Jogjakarta. Alhamdulillah sekolahnya asik. Di Jogja aku mulai ikut latihan yoga scoliosis untuk mengurangi kemiringan tulang belakang tersebut. Aku berlatih serius di balance Yoga, yang berlokasi di Hotel Puri Artha. Selain itu aku juga rajin berlatih renang seminggu tiga kali. Benar2 padat kaya artis saja. Dan paling tidak, keduanya berhasil menahan pertambahan kemiringan pada skoliosis-ku. Dua bulan terakhir aku juga sempat berobat ke Jakarta untuk mencoba terapi Chiropractic di Kelapa Gading.



6 comments:

  1. http://www.scoliosisjournal.com/content/4/1/6

    ReplyDelete
  2. Gimana kondisi tulang belakangnya? Apakah kemiringan nya berkurang setelah yoga dan rajin berenang?

    ReplyDelete
  3. maaf untuk kurva yg sudah parah (50derajad) sepertinya membantu untuk tidak semakin bertambah miringnya. tetapi untuk mengurangi rasa2nya sulit.
    mohon maaf jika jawaban ini mungkin mengecewakan.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. Halo Salam Kenal..
    Coba liat info ini http://bit.ly/1TfRsjX , mungkin bisa membantu..
    Atau www.kliniktulangbelakang.com.
    Trima Kasih

    ReplyDelete
  6. Hai Salam Kenal..
    Kamu bisa klik info ini http://bit.ly/1TfRsjX , mungkin bisa membantu
    atau di www.kliniktulangbelakang.com
    Trima Kasih

    ReplyDelete