Beberapa kali Admin mendapatkan pertanyaan melalui email, whatsapp maupun sms yg meminta opini atas kondisi skoliosis yg sedang dialami oleh Penanya. Mohon dengan sangat dipahami bahwa Admin bukanlah seorang dokter, dan oki Admin tidak berkompeten untuk memberikan jawaban. Misalnya mengenai berapa derajad kelengkungan skoliosis berdasarkan foto rontgent yg dikirim ke Admin. Bapak/ ibu harus berkonsultasi ke dokter tulang belakang untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Admin hanya ingin berbagi pengalaman tentang operasi Skoliosis, bukan untuk memberikan opini atau pendapat medis. Terima kasih, semoga bermanfaat dan TETAP SEMANGAT!

Wednesday, December 19, 2012

Implant VS Biaya Operasi

Kenapa biaya operasi skoliosis bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit ? Hal ini antara lain disebabkan  oleh jumlah implant yang dipasang di tulang belakang si penderita skoliosis. Ada yang dipasang dua, atau satu 'batang' implant saja. Tentu dengan jumlah sekrup yg ber-beda2. Masing2 ada kelebihan dan kekurangannya - demikian menurut seorang dokter di RSO Soeharso kemarin. Dengan pemasangan dua 'pen' si penderita skoliosis tidak perlu lagi mengenakan baju brace yang super gerah itu. Sebaliknya, dengan ditanam hanya satu pen saja, sang pasien harus terus mengenakan brace untuk membantu mencegah tulang bengkok lagi. 
berikut ini copas dari situs msindonesia.org
Implant dan instrumentasi untuk skoliosis sesungguhnya memberikan kontribusi terbesar dalam pembiayaan operasi penderita skoliosis. Apakah implant itu?  Implant adalah suatu material yang terbuat dari benda rigid (sekarang ini dipakai titanium) yang dipasang di tulang belakang dengan melekatkan sekrup-nya di pedikel tulang vertebra. Apa pula instrument itu?  Instrument adalah berbagai alat yang digunakan untuk mempermudah pemasangan implant pada tulang belakang.Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran yang semakin pesat yang ditandai dengan berkembangnya teknik pencitraan yang memungkinkan seseorang menempatkan implant di tulang belakang dengan pendekatan invasi yang minimal (bandingkan dengan pendekatan lama yang melukai jaringan hingga 5 sampi 10 kali lipat pendekatan invasi minimal),  maka dituntut pula perkembangan dalam  hal implant dan instrumen ini.  

0 comments:

Post a Comment