Beberapa kali Admin mendapatkan pertanyaan melalui email, whatsapp maupun sms yg meminta opini atas kondisi skoliosis yg sedang dialami oleh Penanya. Mohon dengan sangat dipahami bahwa Admin bukanlah seorang dokter, dan oki Admin tidak berkompeten untuk memberikan jawaban. Misalnya mengenai berapa derajad kelengkungan skoliosis berdasarkan foto rontgent yg dikirim ke Admin. Bapak/ ibu harus berkonsultasi ke dokter tulang belakang untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Admin hanya ingin berbagi pengalaman tentang operasi Skoliosis, bukan untuk memberikan opini atau pendapat medis. Terima kasih, semoga bermanfaat dan TETAP SEMANGAT!

Thursday, February 07, 2013

Kontrol ke 3

Alhamdulillah, lega rasanya sudah boleh lepas brace. Kemarin kontrol ke dua tiga setelah operasi bulan juli 2012 lalu. Waktu kontrol pertama december kemarin ga sempat ketemu prof. Respati. Kemarin datang pas setengah dua-an, langsung daftar dan dapat giliran jam 3-an. Terus diperiksa sama prof, lihat kanan-kiri - diukur pakai semacam waterpass yg dipakai tukang bangunan,  disuruh bungkuk - diukur pakai skoliosis meter, diukur body-arm distance (haha istilah baru nih buat si bapak yg betapa senangnya bisa ngobrol sedikit sama si Prof). Sangat bersyukur meskipun tidak 100%. Apalah artinya derajad? Yg penting – kata si prof, organ yg ada di dalam rongga seperti2 paru, babat, dapat bekerja dengan baik karena sudah cukup ruang (ini terjemahan bebas, karena kemarin pusing dengerin penjelasan prof Respati mengenai translasi, distraksi, dan apalagi ya….? Gara2 si bapak nih).

Waktu disuruh bungkuk, kata bapak skapula sebelah kanan masih terlihat menonjol. So what? Emang gue pikirin. Ingat kata dr. Luthfi ; “once scoliosis – forever scoliosis”. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT.  Yang penting sekarang (kata prof ) aku sudah bisa/ boleh :
1. Lepas brace kalau malam hari. (padahal kata prof siang juga boleh dilepas, tp bapak maksa makai terus, )
2.  Berenang lagi. horeeeeee….. tapi gak boleh pakai gaya lumba23. Beraktifitas lebih banyak dari biasanya….

Sekali lagi terima kasih ya Allah, sudah diberikan banyak kenikmatan. Terima kasih kepada semua orang yg sudah dengan baik dan sabar membantu aku sampai sembuh. Many thanks to prof Respati dan tim medis di RSO Solo, dr. Riva, dr. Retno, bu Inna, semua suster, guru2 aku yg kasih kemudahan utk gak ikutan olahraga selama setahun ini, dan tentu saja teman2 aku di smpn 8 yg sudah sabar suka membantuku di kelas, dsb yg ga bisa disebut satu-satu. Semoga Allah membalas berlipat ganda amal baik kalian, amin YRA.

2 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete