Beberapa kali Admin mendapatkan pertanyaan melalui email, whatsapp maupun sms yg meminta opini atas kondisi skoliosis yg sedang dialami oleh Penanya. Mohon dengan sangat dipahami bahwa Admin bukanlah seorang dokter, dan oki Admin tidak berkompeten untuk memberikan jawaban. Misalnya mengenai berapa derajad kelengkungan skoliosis berdasarkan foto rontgent yg dikirim ke Admin. Bapak/ ibu harus berkonsultasi ke dokter tulang belakang untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Admin hanya ingin berbagi pengalaman tentang operasi Skoliosis, bukan untuk memberikan opini atau pendapat medis. Terima kasih, semoga bermanfaat dan TETAP SEMANGAT!

Friday, March 08, 2013

Kenali Kelainan Skoliosis dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Penting namun sering terlupakan. Kesehatan tulang belakang sangat krusial untuk menopang kegiatan kita sehari-hari. Tidak hanya untuk mendukung pergerakan, tapi juga melindungi organ-organ tubuh kita agar tetap berada di posisi seharusnya dan supaya dapat berfungsi dengan baik. Salah satu masalah tulang belakang yang sering tidak kita sadari atau hiraukan adalah skoliosis atau kelainan tulang belakang yang berubah bentuk dari lurus menjadi melengkung, yang cenderung berbentuk huruf 'S'.

Penelitian menyebutkan, skoliosis lebih banyak ditemukan pada kaum wanita. Hal ini disebabkan tulang belakang wanita lebih lentur daripada pria. Sebaliknya, pria memiliki tulang punggung yang lebih tebal. Hingga saat ini belum ditemukan penyebab jelas skoliosis. Hampir 80% kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya.

Ada dua macam skoliosis, struktural dan fungsional. Skoliosis struktural adalah kelainan bawaan (dari lahir). Ada beberapa macam kelainan struktural, di antaranya  kelainan bawaan pada bentuk tulang belakang di mana hanya terdapat separuh badan tulang belakang dan setengahnya lagi gagal dalam pembentukan. Jika skoliosis bawaan menyebabkan masalah serius, perlu dilakukan tindakan pembedahan sejak dini.



Sedangkan skoliosis fungsional adalah skoliosis yang dapat dipicu oleh faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan tulang belakang, seperti postur tubuh yang buruk (tidak baik) dalam jangka waktu yang lama, seperti terbiasa duduk dengan posisi miring, atau menggunakan tas hanya di satu sisi bahu terus menerus, sehingga semua tubuh pun otomatis menyesuaikan dengan kemiringan tersebut akibat perbedaan panjang kaki (sebagai pondasi badan yang mempengaruhi posisi pinggul) dan tulang belakang, serta spasme otot (bagian otot tertentu yang menarik).

Lalu di mana bahayanya? Begini penjelasannya. Tulang normal Anda seharusnya berbentuk lurus. Jika ada kemiringan – ke kanan maupun kiri- maka posisi tersebut akan turut menarik otot sehingga melengkung keluar (di bagian miring luar) dan menekan otot di bagian yang melengkung ke dalam. Otot yang tertekan lama-lama akan terasa sakit dan tidak nyaman, pegal, yang jika makin 'ditabung' akan menimbulkan sakit dan mengurangi kualitas hidup penderitanya. 


Skoliosis seringnya tidak menimbulkan gejala sama sekali membuat banyak orang tidak menyadari hingga akhirnya merasakan posisi badan yang tidak enak. Atau saat Anda mengukur baju dan ternyata mendapatkan bahwa komposisi antara tubuh kiri dan kanan tidak seimbang. Karena itu, pemeriksaan skoliosis memerlukanawareness dari kita sendiri dengan rajin memeriksakan kesehatan tulang belakang.

Pada skala ringan, kemiringan 1 sampai 10-15 derajat masih tergolong normal – dapat disembuhkan dengan terapi seperti chiropractic.Di atas 40 derajat digolongkan sebagai skoliosis berat dengan ciri fisik yang terlihat jelas (perlu tindakan pembedahan untuk memperbaikinya).

Namun ada juga skoliosis yang sifatnya progresif di mana derajat kemiringannya bisa bertambah 1 derajat dalam satu bulan. Dalam kasus skoliosis progresif seperti ini lama kelamaan kemiringannya akan terlihat secara kasat mata.  Dan bahayanya, kemiringan itu bisa menekan organ-organ vital, seperti paru-paru dan jantung, ataupun menjepit saraf-saraf yang berada di sekitarnya.

Memang, tidak semua skoliosis memiliki dampak yang membahayakan bagi  tubuh. Ada yang hanya sekadar memberi rasa tidak nyaman di beberapa bagian tubuh, namun tubuh kita pun cepat menyesuaikan diri dengan ketidaknyamanan tersebut dan rasa sakit tidak diderita secara langsung, sehingga kita sering tidak merasa tidak perlu memperbaikinya.

Menurut chiropractor dr. Anna Steven dari Jakarta Chiropractic, umumnya di usia 40 tahunlah keluhan-keluhan seputar pinggang dan tulang belakang mulai bermunculan, yang biasanya erat kaitannya dengan skoliosis. Jika dibiarkan terus menerus, otot akan
merasa capek dan sakit.


Lebih cepat lebih baik
Ada 3 macam awal pembentukan skoliosis. Di usia 0-3 tahun (Infantile) di mana kemiringan tulang sudah terlihat sejak bayi. Usia 4-10 tahun (Juvenile) dan 10-15 tahun (Adolescence ) yang merupakan tahapan di mana tulang tumbuh namun pertumbuhannya tidak benar. Pada tahapan inilah terapi-terapi perbaikan tulang seperti chiropractic sangat berguna untuk memperbaiki tulang, dibandingkan saat kita datang di usia setelah tulang berhenti tumbuh (19 tahun ke atas). Terapi chiropractic baik untuk mengembalikan kondisi tulang ke posisi normal.

Saat ini, kebanyakan orang melakukan treatment chiropractic untuk alasan kosmetik - untuk membuat penampilan lebih menarik dan menambah kualitas hidup seseorang -  walau ada juga yang melakukannya untuk menghilangkan rasa sakit. Skoliosis yang bisa mendapatkan treatment chiropractic adalah skoliosis fungsional yang masih berada di tingkat kemiringan di bawah 40 derajat. Chiropractor akan mencari penyebab masalahnya dan kemudian diberi treatment untuk memperbaiki posisinya.

Namun jika kemiringan sudah di atas itu dan sifatnya progresif, maka dibutuhkan penanganan lebih intensif, seperti pembedahan dengan diberi tulang besi penyangga di ruas tulang belakang. Paling baik melakukan terapi di awal kemiringan hingga 10 derajat. Pada kemiringan 10-25 derajat pun masih dapat dilakukan terapi, namun dengan proses yang terus diawasi dan memakan waktu 6 bulan agar dapat diukur kemajuannya. Jika tidak ada progres, barulah Anda dirujuk ke dokter ahli ortopedi.

“Namun pada skoliosis struktural, di mana orang terlahir dengan tulang yang memang sudah berbeda bentuk, maka kondisi itu sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Kami hanya bisa membantu untuk mengurangi rasa sakitnya saja,” tutur dr. Anna Steven. 

Sumber artikel : http://www.pesona.co.id/sehat/kesehatan/kenali.skoliosis.dan.cara.mengatasinya.2/002/002/55

7 comments:

  1. http://kidsgen.blogspot.com/2010/12/bahaya-dan-fakta-menarik-skoliosis-yang.html

    ReplyDelete
  2. http://www.bidankita.com/beta/index.php?option=com_content&view=article&id=472:hamil-dengan-scoliosis&catid=40:monthly-guide&Itemid=34

    ReplyDelete
  3. umurku udah 17 tahun mau operasi skoliosis telat gak ya? soalnya gk nyaman banget, tulang belakang bagian kanan lebih menonjol dan keliatan jelas banget kalo aku lagi jalan, malu banget, mana aku sering dikatain miss.skoli, huuuffffttt...
    tolong dibantu ya... :)

    ReplyDelete
  4. Saya pnya skoliosis yang sdah ckup bsar, usia saya sdah 23 th, apa masih bisa ditangani??

    ReplyDelete
  5. berapa kurvanya mbak Iren? kalau di atas 45 derajad sepertinya tdk ada jalan lain kecuali operasi (seperti yg dilakukan Innaz).

    ReplyDelete
  6. kutipan :
    Bagaimana penanganannya?
    Penanganan skoliosis terdapat dua cara yaitu cara non-operatif dan operatif. Tetapi penanganan itu memiliki empat tujuan :
    Pertama, menghentikan progres tulang.
    Ke dua, membuat badan lebih seimbang.
    Ke tiga, dikoreksi agar tampil lebih baik.
    Ke empat, penyandangnya diharap bisa hidup lebih baik.

    Cara nonoperatif biasanya dilakukan berupa olahraga seperti renang, perenggangan, fisioterapi, dan olahraga punggung. Tujuannya tak lain untuk menguatkan otot punggung. "Tetapi hal ini hanya untuk pembengkokannya di bawah 20 derajat,".

    Untuk pembengkokan yang mencapai 20 derajat hingga 40 derajat harus menggunakan brace atau rangka. "Rangka itu bisa dipakai di badan atau di leher untuk mengoreksi atau menahan laju progresivitas tersebut," katanya.

    Untuk pembengkokan yang kurvanya lebih dari 40 derajat sudah tak mungkin dilakukan cara nonoperatif. Untuk mengatasinya tak ada lagi selain cara operatif. Operasi dilakukan untuk menghentikan progres. Selain itu, operasi juga bertujuan mengoreksi tulang yang bengkok.

    ReplyDelete