Beberapa kali Admin mendapatkan pertanyaan melalui email, whatsapp maupun sms yg meminta opini atas kondisi skoliosis yg sedang dialami oleh Penanya. Mohon dengan sangat dipahami bahwa Admin bukanlah seorang dokter, dan oki Admin tidak berkompeten untuk memberikan jawaban. Misalnya mengenai berapa derajad kelengkungan skoliosis berdasarkan foto rontgent yg dikirim ke Admin. Bapak/ ibu harus berkonsultasi ke dokter tulang belakang untuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Admin hanya ingin berbagi pengalaman tentang operasi Skoliosis, bukan untuk memberikan opini atau pendapat medis. Terima kasih, semoga bermanfaat dan TETAP SEMANGAT!

Tuesday, May 28, 2013

Kehamilan dengan Skoliosis

Jadi penasaran setelah membaca komentar mbak Melia pada postingan Pasca operasi skoliosis. Admin jadi ikutan browsing mengenai kekuatiran mBak Melia tsb. Berikut ini copas mengenai hal yg sama. Dikutip dari link website m.klikdokter.com berikut :  http://m.klikdokter.com/ekonsultasi/read/5340/kehamilan-dengan-skoliosis :

Kehamilan dengan skoliosis.
Pagi dok, saat ini saya sedang hamil 6 bulan. Tetapi saya mempunyai kelainan tulang belakang (skoliosis). yang ingin saya tanyakan 1. apakah kelainan tulangb belakang saya ini akan mempengaruhi perkembangan janin yang saya kandung, jika memang iya, kira - kira perkembangan apa yang terpengaruh dan apa yang harus saya lakukan. 2. apakah saat melahirkan nanti saya tetap bisa melahirkan secara normal atau harus dengan operasi caesar. terima kasih sebelumnya dok...( perempuan, 26 thn,150 cm,42 Kg)
Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Skoliosis merupakan pembengkokan kearah samping dari tulang belakang yang merupakan suatu deformitas (kelainan) penyakit. Skoliosis tidak akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Efek kehamilan pada wanita yang memiliki skoliosis adalah progresifitas terhadap pergeseran kurvatur atau derajat skoliosis. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa wanita hamil dengan skoliosis akan bergeser 2, 6, dan 18 derajat dari koreksi mereka pada kehamilan pertama. Namun derajat skoliosis tetap sama pada kehamilan berikutnya.

Pada banyak penelitian yang lain, didapatkan hasil bahwa kehamilan tidak meningkatkan progresivitas dari skoliosis tersebut. Risiko progresivitas derajat skoliosisi tidak dipengaruhi oleh usia ibu saat hamil, jumlah kehamilan, dan stabilitas dari skoliosis tersebut saat dewasa. Kehamilan jarang mempengaruhi skoliosis.

Namun perlu diketahui bahwa wanita dengan skoliosis ekstrim akan mengalami nyeri pinggang lebih parah dari wanita hamil tanpa skoliosis.

Saat ini wanita hamil dengan skoliosis dapat melahirkan dengan cara normal. Namun bagi mereka yang akan melahirkan dengan operasi caesar maka anestesia epidural (bius) untuk operasi harus dilakukan karena sedikit lebih sulit dari wanita hamil tanpa skoliosis. Anestesia epidural ini juga dapat dilakukan untuk terapi nyeri. Hal ini juga harus dibahas dengan dokter Anda.

Sebaiknya Anda mendiskusikan sejak dini mengenai hal ini kepada dokter kandungan Anda.
Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (TRH)

Salam,
Redaksi Klikdokter.

17 comments:

  1. Nah bagaimana jika penderita skoliosis ini hamil?

    Dokter mengatakan penelitian menunjukkan kehamilan, persalinan dan melahirkan adalah hampir sama untuk wanita dengan skoliosis ringan sampai sedang seperti untuk wanita tanpa scoliosis. Berat ekstra tidak meningkatkan kelengkungan tulang belakang, selama kurva tidak masih berkembang. Bagi sebagian pasien, kurva stabil pada usia 25.

    Wanita dengan scoliosis parah harus berkonsultasi dengan dokter sebelum hamil. Selama tahap terakhir dari kehamilan, mereka mungkin mengalami beberapa masalah pernapasan. Hal ini karena rahim mendorong diafragma lebih tinggi dan penurunan kapasitas. Sakit punggung dapat signifikan

    stabilitas kurva sebelum kehamilan tidak menurunkan risiko perkembangan selama kehamilan. Pada pasien yang memiliki fusi tulang belakang, perkembangan di bagian tulang belakang tidak disatukan itu diabaikan di kedua Grup A dan Grup B. Kehadiran sebuah pseudarthrosis tidak menimbulkan perkembangan kurva selama kehamilan. Efek dari scoliosis pada kehamilan dan persalinan dievaluasi dalam 175 wanita di Grup A. Tidak ada masalah khusus yang terkait langsung dengan scoliosis dicatat kecuali untuk empat pasien, dimana pengiriman berpose kesulitan. Insiden operasi caesar adalah satu-setengah dari rata-rata nasional, dan tidak ada bagian yang langsung berhubungan dengan skoliosis ibu.

    Dalam penelitiannya Betz-RR; Bunnell-WP; Lambrecht-Mulier-E; MacEwen-GD J-Bone-Bersama-Surg-Am. 1987 Jan; 69 (1): 90-6, Untuk mempelajari pengaruh kehamilan pada skoliosis idiopatik, sepuluh Pasien ditindaklanjuti melalui kehamilan sembilan belas. Tiga pasien hilang 2, 6, dan 18 derajat koreksi selama kehamilan awal mereka, tetapi kurva tetap sama atau meningkat dengan kehamilan berikutnya. Kurva dari tujuh pasien yang tersisa, yang telah stabil sebelum konsepsi, tidak maju. Stabilitas scoliosis tidak terkait dengan usia pasien.Kurva scoliotic stabil tidak kemajuan dengan kehamilan pada pasien dalam dekade kedua kehidupan, sementara scolioses tidak stabil berkembang pada pasien setua dekade ketiga. Jumlah yang kurva meningkat tidak berhubungan dengan ukuran awal kurva. Kami berharap bahwa pengalaman kami akan membantu orthopaedists dalam konseling pasien mereka mengenai efek kehamilan pada besarnya scoliosis.

    Back Pain dan Kehamilan: Strategi Manajemen Aktif


    Jika ketidaknyamanan nyeri punggung selama kehamilan dapat mengganggu aktifitas dan tidur, maka upayakan selama hamil untuk menjaga kebugaran. Yoga bisa membantu mengatasi masalah ini. Studi formal tentang kejadian nyeri punggung bawah pada kehamilan sudah sangat terbatas. Prevalensi keseluruhan dari sakit punggung selama periode 9-bulan diperkirakan menjadi sekitar 50%. Nyeri dapat dimulai sebelum minggu ke-12 dan berlanjut sampai setelah melahirkan 6 bulan.

    Berbagai penelitian telah meneliti faktor risiko yang berkontribusi terhadap perkembangan nyeri punggung bawah selama kehamilan. Sebelum hamil sakit punggung dan multiparitas tampaknya menjadi faktor risiko, sedangkan usia, tinggi, berat, ras, berat janin, dan status sosial ekonomi tampaknya tidak berhubungan.

    ReplyDelete
  2. Nyeri punggung bawah selama kehamilan dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis:

    Nyeri lumbal dapat terjadi dengan atau tanpa radiasi ke kaki. Linu panggul sejati adalah langka dan berpikir untuk menghitung untuk persentase kecil dari nyeri punggung bawah pada kehamilan.

    Sakit sacroiliac dirasakan distal dan lateral tulang belakang lumbal dekat spina iliaka posterior superior, dan memancarkan mungkin ke paha posterolateral, biasanya ke tingkat lutut dan jarang ke betis. Ini adalah empat kali lebih umum dari sakit pinggang.

    Gejala nyeri sendi sacroiliac biasanya terus beberapa bulan setelah melahirkan. Diperkirakan bahwa 20% sampai 30% wanita hamil mengalami baik lumbal dan rasa sakit sacroiliac. Nyeri nokturnal terjadi di belakang rendah hanya pada malam hari saat telentang.

    Memahami perubahan muskuloskeletal normal yang terjadi selama kehamilan berguna untuk menargetkan dan mengobati situs nyeri punggung pasien.

    Lumbar nyeri. Nyeri lumbal selama hamil dapat berasal dari beberapa situs, paling sering sendi facet, otot paraspinal, ligamen pendukung, atau sumber discogenic.

    perubahan Postur yang terjadi selama kehamilan membantu wanita menjaga keseimbangan dalam posisi tegak sebagai janin tumbuh. Berat meningkatkan didistribusikan terutama di lingkar perut. Setelah 12 minggu kehamilan rahim mengembang keluar dari panggul dan bergerak superior, anterior, dan lateral. Otot-otot perut menjadi kurang efektif dalam mempertahankan postur netral (bahu belakang, hyperlordosis menghindari) karena membesarnya rahim meregangkan otot, mengurangi nada mereka.Awalnya, bagaimanapun, penelitian telah menunjukkan bahwa lordosis lumbal tetap sama atau meningkat hanya pusat slightly.The gravitasi secara keseluruhan, meskipun, bergeser lebih posterior dan inferior sebagai tulang belakang posterior bergerak ke pusat gravitasi.

    Selama kehamilan berlangsung, hormon relaxin, yang memungkinkan perluasan panggul untuk mengakomodasi pembesaran rahim, meningkatkan sepuluh kali lipat, mencapai puncaknya pada minggu ke-14. Kelemahan tulang belakang akan lebih parah pada wanita multipara dengan yang dilakukan selama kehamilan pertama. Dalam tulang belakang lumbal, kelemahan sendi yang paling terkenal di ligamen longitudinal anterior dan posterior, yang keduanya adalah nyeri-sensitif struktur. Sebagai dukungan-dukungan statis di tulang belakang lumbal menjadi lebih longgar, mereka tidak dapat secara efektif menahan kekuatan geser, dan gejala discogenic dan / atau rasa sakit dari sendi facet dapat meningkat.

    Seperti otot-otot perut meregang untuk mengakomodasi janin yang tumbuh, kemampuan mereka untuk membantu menstabilkan penurunan panggul. Beban bergeser ke otot-otot paraspinal, yang menjadi tegang pada saat mereka mungkin dipersingkat dari lordosis meningkat dari tulang belakang lumbar.

    Sacroiliac nyeri. Di panggul, kelemahan sendi yang paling menonjol di simfisis pubis dan sendi-sendi sacroiliac. Simfisis pubis melebar selama kehamilan dari lebar normal dari .5 mm sampai maksimum sekitar 12 mm. Dengan pelebaran datang kemungkinan perpindahan vertikal dari pubis dan stres berputar pada sendi sakroiliaka.

    ReplyDelete
  3. Dalam keadaan tidak hamil, sendi sacroiliac sangat stabil dengan dukungan ligamen ketat anterior dan posterior dan permukaan artikular sigmoid yang membatasi gerakan. Selama kehamilan, bagaimanapun, gerakan pada sendi sacroiliac dapat meningkatkan secara dramatis, menyebabkan ketidaknyamanan ketika rasa sakit yang sensitif struktur ligamen yang meregang.

    nyeri Nocturnal. Beberapa wanita mengalami sakit malam kembali secara eksklusif, yang lain memiliki keduanya sakit malam lumbal atau nyeri sacroiliac. Ada banyak teori tentang mengapa nyeri malam berkembang. Satu teori adalah bahwa kelelahan otot terakumulasi sepanjang hari dan berpuncak pada nyeri punggung pada malam hari. Lain adalah bahwa sepanjang hari stres biomekanik dari disfungsi sacroiliac atau mekanis nyeri punggung bawah dari postur tubuh yang berubah menghasilkan gejala di malam hari. perubahan Peredaran Darah selama kehamilan juga dapat menyebabkan nyeri punggung bawah di malam hari.

    Hal –hal ini dapat membantu mengurangi nyeri selama kehamilan pada penderita skoliosis:

    1. Kompres hangat di bagian yang nyeri atau berendam di bath up berisi air hangat untuk sejenak.

    2. Gunakan braces yang tidak terlalu ketat

    3. Latihan pelbic tilt akan membantu memperkuat punggung

    4. Berenang

    5. Lakukan pose-pose yoga seperti cat cow

    6. Minum obat dengan hati-hati. Obat-obat tertentu dapat digunakan secara aman selama kehamilan.

    Semoga Bermanfaat

    Salam hangat

    Bidan Kita

    ReplyDelete
  4. sumber artikel :
    http://www.bidankita.com/beta/index.php?option=com_content&view=article&id=472:hamil-dengan-scoliosis&catid=40:monthly-guide&Itemid=34

    ReplyDelete
    Replies
    1. Skoliosis atau kelainan tulang belakang bengkok atau melengkung pada ibuhamil akan mempengaruhi kenyamanan kehamilan. Namun, skoliosis bisa Anda cegah dengan memenuhi kebutuhan gizi dengan baik dan seimbang. Selain itu jaga kesehatan tulang belakang dengan cara:

      Tidur di atas kasur yang tidak terlalu lunak. Bukan berarti harus keras, melainkan yang dapat mengakomodasi kontur tubuh kita, khususnya bentuk tulang belakang yang khas.
      Bila duduk usahakan bagian telinga, bahu dan pinggul dalam keadaan tagak lurus. Bila perlu, daerah pinggul diganjal bantal kecil. Kedua paha harus sejajar dengan lantai.
      Dalam keadaan berdiri, usahakan telinga, bahu, lengan, pinggul dan lutut berada dalam satu garis lurus. Lutut menghadap ke depan dan tarik perut kea rah dalam. Bila harus berdiri cukup lama, tumpangkan salah satu kaki di atas sebuah bangku pendek. Lakukan bergantian dengan kaki yang lain.
      Saat akan mengangkat barang, jangan langsung membungkuk. Sebagian lutut harus ditekuk, baru angkat barang dengan posisi.tubu menghadap barang tersebut. Sesuaikan kekuatan yang kita keluarkan dengan perkiraan berat barang.
      Rutin melakukan latihan untuk memperkuat otot-otot tulang belakang, dan berolahraga, misalnya berenang.
      Mengatasi skoliosis:
      Terapi non medis boleh dilakukan, asal di bawah pengawasan pakarnya. Juga, hanya untuk mengurangi keluhan atau resiko timbulnya nyeri, bukan untuk koreksi bentuk tulang belakang. Dengan kata lain, efektivitas untk koreksi pada terapi non medis belum terbukti secara ilmiah. Target skoliosis terkoreksi lewat tindakan operasi saja, kurang lebih 50%.
      Tidak harus operasi Caesar. Ibuhamil dengan skoliosos umumnya bisa melahirkan secara spontan alami. Bila ternyata harus melahirkan lewat operasi, mungkin ada pertimbangan lain yang tidak terkait langsung dengan skoliosis, misalnya rongga panggul sempit. Bila skoliosisnya ke lumbal 5, maka tidak bisa dilakukan bius epidural, jadi harus bius umum.

      Delete
    2. https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&ved=0CEsQFjAG&url=http%3A%2F%2Fwww.ayahbunda.co.id%2FArtikel%2Fkehamilan%2Ftips%2Fcegah.dan.atasi.skoliosis.pada.kehamilan%2F001%2F005%2F207%2F1%2F1&ei=TMikUarRJ8GVkwXMiIHIBQ&usg=AFQjCNHFbNpOcCdUIbUJ4U4sZTfd7VV40w&sig2=fMWVReXLgGU3NNA-Y68gOQ

      Delete
  5. Pasien Skoliosis boleh hamil ?
    Aku menderita Skoliosis, boleh hamil apa ngga ya ?

    Kalau orang menyebutkan kata skoliosis pikiran akan melayang, membayangkan tubuh yang bengkok ke kiri atau kanan yang kalau dirasa-rasakan sungguh amat melelahkan dengan kondisi tersebut.
    Skoliosis merupakan pembengkokan ke arah samping dari tulang belakang yang merupakan suatu deformitas (kelainan bentuk). Skoliosis, yang masuk dalam keilmuan orthopaedi ini, dibagi dua yaitu skoliosis struktural dan non struktural (postural).
    Pada skoliosis postural, deformitas bersifat sekunder atau sebagai kompensasi terhadap beberapa keadaan di luar tulang belakang, misalnya pada pasien dengan salah satu kaki yang pendek, atau kemiringan panggul akibat kelemahan ototnya. Bila pasien duduk atau dalam keadaan fleksi maka kurva tersebut menghilang.
    Pada skoliosis struktural terdapat deformitas yang dalam posisi apa saja tetap tampak miring. Kelainan akan makin kompleks kalau terjadi juga rotasi tulang belakang tersebut, di mana tonjolan bagian belakang berputar kearah cekungan kurva.

    targetwoman.com
    Skoliosis struktural dibagi menjadi tiga kategori utama :
    kongenital (kelainan bawaan sejak lahir),
    neuromuskular (kelainan sistem otot), dan
    skoliosis idiopatik (sebab yang tak diketahui). Skoliosis idiopatik paling sering terjadi, yaitu sekitar 80%.

    Meski penyebab skoliosis idiopatik tidak diketahui, tapi ada beberapa teori yang menganalisa penyebabnya seperti faktor genetik, hormonal, abnormalitas pertumbuhan, gangguan biomekanik dan neuromuskular tulang, otot dan jaringan.

    Skoliosis vs kehamilan
    Ini adalah berita baik bagi para perempuan dengan skoliosis bahwa skoliosis bukanlah halangan bagi perempuan untuk hamil, karena skoliosis tidak mengganggu kesuburan. Dan lebih penting lagi bahwa adanya skoliosis pada wanita hamil tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Sedangkan bagi perempuan penderita skoliosis itu sendiri, ada beberapa penelitian menyebutkan, salah satunya bahwa terjadi progresivitas derajat kurva pada perempuan penderita skoliosis yang pertama kali hamil. Tetapi derajat kurva ini tetap sama pada kehamilan berikutnya.
    Penelitian lain menyatakan bahwa sebelum tahun 1950 kehamilan dianggap akan memperburuk derajat kurva skoliosis. Namun observasi selama 40 tahun pada ratusan perempuan skoliosisi yang hamil, ternyata kehamilan tidak meningkatkan progresivitas dari skoliosis tersebut. Risiko progresivitas derajat skoliosisi tidak dipengaruhi oleh usia ibu saat hamil, jumlah kehamilan, dan stabilitas dari skoliosis tersebut saat dewasa.
    Kehamilan, persalinan dan komplikasi pada janin tak berbeda antara penderita skoliosis dan yang normal. Sedangkan hormon yang meningkat pada kehamilan meski mengganggu sistem kekebalan tubuh, namun tidak mengganggu skoliosis. Gangguan yang bermakna pada perempuan hamil dengan skoliosis yang ekstrim, bahwa nyeri pinggang akan lebih parah dari wanita hamil tanpa skoliosis.

    ReplyDelete
  6. Persalinan normal
    Perempuan hamil dengan skoliosis dapat melahirkan dengan cara normal. Namun bagi mereka yang akan melahirkan dengan operasi caesar maka pembiusan melalui suntikan pada tulang belakang (anestesia spinal) untuk operasi dilakukan sedikit lebih sulit dari wanita hamil tanpa skoliosis. Karena itu informasi adanya skoliosis harus disampaikan untuk dicatat pada rekam medik pada waktu pemeriksaan kehamilan.
    Terkadang kelemahan otot pada perempuan dengan skoliosis menyebabkan persalinan harus dibantu dengan alat tertentu (forceps atau suction). Karena itu nutrisi yang seimbang, istirahat yang cukup, latihan dan pemeriksaan selama kehamilan, harus diperhatikan. Bukan saja untuk janin tetapi juga bagi ibu atau calon ibu itu sendiri dengan skoliosisnya.

    Referensi :
    Apley A.G.,et al : Apley’s System of Orthopaedics and Fractures, 7th ed. 1993.
    Betz-RR; Bunnell-WP; Lambrecht-Mulier-E; MacEwen-GD J., Pregnancy and Scoliosis-Bone-Joint-Surg-Am. 1987 Jan; 69(1): 90-6
    Pinkerton K., Pregnancy and Scoliosis, www.scoliosis-support.org,2007.
    Yeo ST and French R., Combined spinal-epidural in the obstetric patient with Harrington rods assisted by ultrasonography, British Journal of Anaesthesia 83(4): 670–2.) ,1999

    ReplyDelete
  7. jadi bagaimana kehamilan pada penderita skoliosis yang sudah dioperasi min...?

    ReplyDelete
  8. Ga bisa bayangin gimana kalau hamil -_-
    Ga hamil aja badan udah kesakitan gini gimana nanti ~ -_- ~

    ReplyDelete
  9. sabar ya mbak, insyaAllah semua ada jalan keluarnya, amin

    ReplyDelete
  10. Saya mau tanya. Sewaktu 2005 saya pernah mengalami kecelakaan tabrak lari oleh pengendara motor. Stang ujung motor tsb mengenai tulang belakang saya sehingga saya terpelanting dan jatuh di aspal. Saat kejadian itu badan saya langsung tidak bisa bergerak dan terasa dingin dr ujung kepala smp telapak kaki dan bernafas pun susah dan sesak. Akhirnya di bawa org yg menolong saya untuk langsung di urut tulang belakangnya. Alhasil selama seminggu saya hanya bisa tiduran di rumah karna tidak bisa bergerak krn sakit dan tidak di bawa ke RS. Sampai skrg pun blm pernah cek tulang. Tp dr kejadian itu saya tidak kuat untuk membawa barang2 berat berlama2 dan kalau saya lelah tulang belakang saya akan sangat ngilu. Nah pertanyaan saya skrg saya sdg hamil 35 minggu anak pertama, apakah saya bisa lahiran scr normal dgn kondisi tulang sprti itu? Atau sesar yg katanya pun di suntik pd bagian tulang blkg jg? Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. mohon maaf mbak NN, saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan anda, karena memang saya bukan dokter atau ahli dalam hal ini. website ini hanya untuk membagi pengalaman seputar skoliosis dan pasca operasi. Mbak sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih sudah berkunjung di website ini. Salam

      Delete
  11. Oleh : dr. UF Bagazi, Sp.OG, Brawijaya Clinic ANZ Square-Podium Thamrin Nine (UOB Plaza), Jakarta.

    T: Saya hamil 30 minggu dan menderita pertumbuhan tulang punggung yang tidak sempurna (skoliosis). Apakah hal ini akan memengaruhi proses kehamilan dan persalinan saya kelak?

    J: Kehamilan serta proses persalinan antara bumil dengan skoliosis dan bumil tanpa skoliosis, hampir sama. Penderita skoliosis bisa melahirkan normal karena proses persalinan lebih ditentukan pada kondisi tulang panggul. Saat hamil, beban pada bagian tulang punggung memang akan bertambah seiring usia kehamilan. Umumnya, keluhan bumil penderita skoliosis yang juga memiliki masalah berat badan atau obesitas adalah low back pain atau nyeri pada tulang belakang. Jika Anda mengalami low back pain, atasi dengan menjaga kenaikan berat badan selama kehamilan dan berolahraga, misalnya berenang. Olahraga ini minim cedera maupun tekanan pada tulang belakang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://www.motherandbaby.co.id/mobile/article/2015/8/47/4701/Skoliosis-saat-Hamil

      Delete
  12. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete